PERBEDAAN AUDITING & AKUNTING

Auditing Akunting
1.Suatu proses accumulate dan evaluasi yang dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen terhadap bukti yg berlaku dalam suatu kesatuan usaha dengan tujuan untuk membandingkan dan melaporkan tingkat kesesuaian antara informasi terukur dengan kriteria yg ditetapkan 1.Proses pencatatan, pengelompokkan, dan pengikhtisaran kejadian-kejadian ekonomi dalam bentuk yang teratur dan logis untuk menyajikan informasi keuangan yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan
2.Auditing dimulai dari informasi laporan keuangan dan diakhiri dengan transaksi 2.Akunting dimulai dari transaksi dan diakhiri dengan laporan keuangan
3.Menguraikan/menganalisa terhadap rekening menjadi penjelasan yang kecil 3.Menyatukan rekening2 yang sama/ mendekati sama
4.Dilakukan oleh auditor yang independen yang terdaftar

5.Auditor harus memahami SAK dan SAP

4.Dilakukan oleh seorang akuntan

5.Akuntan harus memahami SAK

ETIKA dalam AKUNTANSI ( CREATIVE ACCOUNTNG, FRAUD AUDTING/ACCOUNTING)

Creative Accounting

“Creative accounting’ menurut Amat, Blake dan Dowd [1999] adalah sebuah proses dimana beberapa pihak menggunakan kemampuan pemahaman pengetahuan akuntansi (termasuk didalamnya standar, teknik dsb.) dan menggunakannya untuk memanipulasi pelaporan keuangan.

Naser [1993] dalam Amat et.al. [1999] medefinisikan ‘creative accounting’ sebagai berikut:

The process of manipulating accounting figures by taking advantage of loopholes in accounting rules and the choice of measurement and disclosure practices in them to transform financial statements from what they should be, to what prepares would prefer to see reported, …..and The process by which transactions are structured so as to produce the required accounting results rather than reporing transaction in neutral and consistent way.

Stolowy dan Breton [2000] menyebut ‘creative accounting’ merupakan bagian dari ‘accounting manipulation’ yang terdiri dari ‘earning management’ , ‘income smoothing’ dan ‘creative accounting’ itu sendiri.

Dalam pemahaman mengenai ‘creative accounting’ ini bukan berarti akuntan ‘an sich’ yang memanfaatkan pemahaman akuntansi tersebut, tetapi pihak-pihak yang mempunyai kepentingan dan kekuatan untuk menggunakan ‘creative accounting’ tersebut, seperti manajer, akuntan, pemerintah, asosiasi industri dan sebagainya.

Manajer dalam bereaksi terhadap pelaporan keuangan menurut Watt dan Zimmerman [1986] digolongkan menjadi tiga buah hipotesis, yaitu bonus-plan hyphotesis, debt-covenant hyphotesis dan political cost hyphotesis.

Bonus plan hyphotesis

Healy [1985] dalam Scott [1997] menyatakan bahwa manajer seringkali berperilaku seiring dengan bonus yang akan diberikan. Jika bonus yang diberikan tergantung pada laba yang akan dihasilkan, maka manajer akan melakukan ‘creative accounting’ dengan menaikkan laba atau mengurangi laba yang akan dilaporkan. Pemilik biasanya menetapkan batas bawah laba yang paling minim agar mendapatkan bonus. Dari pola bonus ini manajer akan menaikkan labanya hingga ke atas batas minimal tadi. Tetapi jika pemilik perusahaan membuat batas atas untuk mendapatkan bonus, maka manajer akan berusaha mengurangkan laba sampai batas atas tadi dan mentransfer laba saat ini ke periode yang akan datang. Hal ini dia lakukan karena jika laba melewati batas atas tersebut manajer sudah tidak mendapatkan insentif tambahan atas upayanya memperoleh laba di atas batas yang ditetapkan oleh pemilik perusahaan. Formula bonus yang digunakan Healy didasarkan pada asumsi bahwa perusahaan terdiri atas manajer yang menghindari resiko (risk averse) sehingga manajer akan memilih discretionary accrual untuk (1) menurunkan earning ketika earning sebelum keputusan accrual lebih kecil dari bogey (batas bawah) atau melebihi cap (batas atas) (2) menaikkan earning ketika earning sebelum keputusan accrual melebihi bogey tetapi tidak melebihi cap. Implikasi yang dikemukakan oleh Healy adalah bahwa manajer akan berperilaku oportunistik menghadapi intertemporal choice.

Debt-covenant hyphotesis

Penelitian dalam bidang teori akuntansi positif juga menjelaskan praktek akuntansi mengenai bagaimana manajer menyikapi perjanjian hutang. Manajer dalam menyikapi adanya pelanggaran atas perjanjian hutang yang telah jatuh tempo, akan berupaya menghindarinya dengan memilih kebijakan-kebijakan akuntansi yang menguntungkan dirinya. Fields, Lys dan Vincent [2001] mengemukakan ada dua kejadian dalam pemilihan kebijakan akuntansi, yaitu pada saat diadakannya perjanjian hutang dan pada saat jatuh temponya hutang. Kontrak hutang jangka panjang (debt covenant) merupakan perjanjian untuk melindungi pemberi pinjaman dari tindakan-tindakan manajer terhadap kepentingan kreditur, seperti pembagian deviden yang berlebihan, atau membiarkan ekuitas berada di bawah tingkat yang telah ditentukan. Semakin cenderung suatu perusahaan untuk melanggar perjanjian hutang maka manajer akan cenderung memilih prosedur akuntansi yang dapat mentransfer laba periode mendatang ke periode berjalan karena hal tersebut dapat mengurangi resiko ‘default’. Sweeney [1994] dalam Scott [1997] menyatakan perilaku ‘memindahkan’ laba tersebut dilakukan oleh perusahaan bermasalah yang terancam kebangkrutan dan ini merupakan strategi untuk bertahan hidup.

Political-cost hyphotesis.

Dalam pandangan teori agensi (agency theory), perusahaan besar akan mengungkapkan informasi lebih banyak daripada perusahaan kecil. Perusahaan besar melakukannya sebagai upaya untuk mengurangi biaya keagenan tersebut. Perusahaan besar menghadapi biaya politis yang lebih besar karena merupakan entitas yang banyak disorot oleh publik secara umum. Para karyawan berkepentingan melihat kenaikan laba sebagai acuan untuk meningkatkan kesejahteraannya melalui kenaikan gaji. Pemerintah melihat kenaikan laba perusahaan sebagai obyek pajak yang akan ditagihkan. Sehingga pilihan yang dihadapi oleh organisasi adalah dengan cara bagaimana lewat proses akuntansi agar laba dapat ditampilkan lebih rendah. Hal ini yang seringkali disebut dengan political cost hyphoyesis [Watts dan Zimmerman: 1986].

Berbagai macam pola yang dilakukan dalam rangka ‘creative accounting’ menurut Scott [1997] sebagai berikut:

1. Taking Bath, atau disebut juga ‘big bath’. Pola ini dapat terjadi selama ada tekanan organisasional pada saat pergantian manajemen baru yaitu dengan mengakui adanya kegagalan atau defisit dikarenakan manajemen lama dan manajemen baru ingin menghindari kegagalan tersebut. Teknik ini juga dapat mengakui adanya biaya-biaya pada periode mendatang dan kerugian periode berjalan ketika keadaan buruk yang tidak menguntungkan yang tidak bisa dihindari pada periode berjalan. Konsekuensinya, manajemen melakukan ‘pembersihan diri’ dengan membebankan perkiraan-perkiraan biaya mendatang dan melakukan ‘clear the decks’. Akibatnya laba periode berikutnya akan lebih tinggi dari seharusnya.

2. Income minimization. Cara ini mirip dengan ‘taking bath’ tetapi kurang ekstrem. Pola ini dilakukan pada saat profitabilitas perusahaan sangat tinggi dengan maksud agar tidak mendapatkan perhatian oleh pihak-pihak yang berkepentingan (aspek political-cost). Kebijakan yang diambil dapat berupa write-off atas barang modal dan aktiva tak berwujud, pembebanan biaya iklan, biaya riset dan pengembangan, metode successfull-efforts untuk perusahaan minyak bumi dan sebagainya. Penghapusan tersebut dilakukan bila dengan teknik yang lain masih menunjukkan hasil operasi yang kelihatan masih menarik minat pihak-pihak yang berkepentingan. Tujuan dari penghapusan ini adalah untuk mencapai suatu tingkat return on assets yang dikehendaki.

3. Income maximization. Maksimalisasi laba dimaksudkan untuk memperoleh bonus yang lebih besar, dimana laba yang dilaporkan tetap dibawah batas atas yang ditetapkan.

4. Income smoothing. Perataan laba merupakan cara yang paling populer dan sering dilakukan. Perusahaan-perusahaan melakukannya untuk mengurangi volatilitas laba bersih. Perusahaan mungkin juga meratakan laba bersihnya untuk pelaporan eksternal dengan maksud sebagai penyampaian informasi internal perusahaan kepada pasar dalam meramalkan pertumbuhan laba jangka panjang perusahaan.

5. Timing revenue and expense recognition. Teknik ini dapat dilakukan dengan membuat kebijakan tertentu berkenaan dengan saat atau timing suatu transaksi seperti adanya pengakuan yang prematus atas penjualan.

‘Creative accounting’ dapat dikatakan sebagai sebuah praktek akuntansi yang buruk, karena cenderung mereduksi reliabilitas informasi keuangan. Karena manajer memiliki asimetri informasi, yang bagi pihak di luar perusahaan sangat sulit diketahui, maka memaksimalkan keuntungan dengan ‘creative accounting’ akan selalu ada. Masalah sebenarnya adalah tidak diberikannya pengungkapan yang transparan secara menyeluruh tentang proses pertimbangan-pertimbangan dalam penentuan kebijakan akuntansi (accounting policy). Akibatnya, laporan keuangan dianggap masih memiliki keterbatasan mendasar sehingga belum memadai untuk digunbakan dalam proses pengambilan keputusan.

Merujuk agency theory, laporan keuangan dipersiapkan oleh manajemen sebagai pertanggungjawaban mereka kepada principal. Karena manajemen terlibat secara langsung dalam kegiatan usaha perusahaan maka manajemen memilikiasimetri informasi dengan melaporkan segala sesuatu yang memaksimumkan utilitasnya. ‘Creative accounting’ sangat mungkin dilakukan oleh manajemen, karena manajemen dengan asimetri informasi yang dimilikinya akan leluasa untuk memilih alternatif metode akuntansi. Manajemen akan memilih metode akuntansi tertentu jika terdapat insentif dan motivasi untuk melakukannya. Cara yang paling sering digunakan adalah dengan merekayasa laba (earning management), karena laba seringkali menjadi fokus perhatian para pihak eksternal yang berkepentingan.

‘Creative accounting’ dan etika

‘Creative accounting’ mempunyai banyak konsekuensi. Dalam perspektif ekonomi, ‘creative accounting’ dipengaruhi oleh kerangka ekonomi yang bertujuan untuk self-interset. Hal ini mungkin sah-sah saja dilakukan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi berterima umum. Namun pertanyaan yang harus dijawab adalah apakah ‘creative accounting’ memang sesuatu yang benar untuk dilakukan? Apakah maksud dan tujuan ‘creative accounting’ sehingga moral judgment-nya tergantung kepada tujuan ‘creative accounting’ itu sendiri. Persepsi ini harus diluruskan agar tidak menjadikan bahwa ‘creative accounting’ menjadi hal yang pro dan kontra.

Dalam pandangan orang awam ‘creative accounting’ dianggap tidak etis, bahkan merupakan bentuk dari manipulasi informasi sehingga menyesatkan perhatiannya. Tetapi dalam pandangan teori akuntansi positif, sepanjang ‘creative accounting’ tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum, tidak ada masalah yang harus dipersoalkan. Asalkan tidak ada asimetri informasi antara pelaku ‘creative accounting’ dan pengguna informasi keuangan.

Perilaku yang tidak semestinya (disfunctional behaviour) para manajer terjadi akibat adanya asimetri informasi dalam penyajian laporan keuangan tidak terlepas dari pertimbangan konsekuensi ekonomi. Perhatian kita mungkin diarahkan bagaimana mendorong keterbukaan informasi secara lebih luas sehingga inside information bukanlah sesuatu yang ‘tabu’ untuk diumumkan kepada khalayak. Karena dalam kerangka keterbukaan yang menyeluruh sebenarnya ‘creative accounting’ atau apapun namanya, tidak akan berpengaruh kepada semua pihak yang berkepentingan terhadap organisasi. Karena semua pihak akan mempunyai informasi yang sama dan tidak ada asimetri informasi lagi. Sekali lagi, pentingnya mendorong keterbukaan dalam rangka good governance akan membawa dampak kepada ketersediaannya informasi sehingga akan mengeliminasi dan mengurangi dampak ‘creative accounting’.

FRAUD AUDITING

Pelaporan keuangan yang curang yaitu salah saji atau pengabaian jumlah atau pengungkapan yang disenagaja dengan maksud menipu para pemakai laporan keuangan.

caranya yaitu dengan cara:

1.pengabaian jumlah namun ini kurang lazim dilakukan

2.melebihsajikan laba yaitu dengan mengabaikan utang usaha dan kewajiban

3.merendahsajikan laba untuk mengurangi pajak penghasilan, membentuk cadangan laba untuk memperbesar laba diperiode mendatang, bisa berbentuk perataan laba, atau pengaturan laba.

penyalahgunaan aktiva sering dilakukan oleh para pegawai dan orang lain dalam organisasi, dilakukan pada tingkat hierarki organisasi paling bawah sampai manajeman puncak yang mempunyai kewenangan yang lebih besar atas aktiva organisasi.

kondisi-kondisi penyebab kecurangan menurut sas 99 adalah tekanan,kesempatan dan rasionalisasi atau yang lebih dikenal dengan fraud triangle.

pedoman bagi auditor dalam menilai resiko kecurangan menurut sas 99:

1. skeptisme profesional menurut sas 1 “auditor tidak mengasumsikan bahwa manajemen tidak jujur tetapi juga tidak mengasumsikan kejujuran absolute”

-pikiran yang selalu mempertanyakan

-evaluasi kritis atas bukti audit

2.sumber informasi untuk menilai resiko kecurangan

-komunikasi diantara tim audit

-pengajuan pertanyaan kepada manajeman

-faktor resiko

-prosedur analitis

-informasi lain

3.mengdokumentasikan penilaian kecurangan

-diskusi antar personel tim dll

pedoman mengidentifikasi 3 unsur untuk mendeteksi kecurangan:

1.budaya jujur dan etika yang tinggi

2.tanggung jawab manajemen untuk mengevaluasi resiko

3.pengawasan oleh komite audit

respon auditor terhadap resiko kecurangan:

1.mengubah pelaksanaan audit secara keseluruhan

2.merancang dan melaksanakan prosedur audit untuk menangani risiko kecurangan.

3.merancang dan melaksanakan prosedur audit untuk menangani pengabaian pengendalian oleh manajemen.

4.memutahirkan proses penilaian resiko

bidang resiko kecurangan ynag spesifik:

1.pendapatan dan piutang usaha.

2.persediaan

3.pembelian dan utang usaha

4.aktiva tetap dan beban penggajian

apabila dicurigai ada kecurangan, auditor akan mengumpulkan informasi tambahan dengan cara:

1.pengajuan pertanyaan

2.mengevaluasi respon atas pengajuan pertanyaan

3.menentukan kemungkinan adanya kecurangan dengan perangkat lunak untuk mencari pendapatan fiktif atau no faktur duplikat .

ETIKA BISNIS

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat.

Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hukum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :

  • Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  • Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  • Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Etika bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.

Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.

Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :

  • Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
  • Mampu meningkatkan motivasi pekerja.
  • Melindungi prinsip kebebasan berniaga
  • Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.

Tidak bisa dipungkiri, tindakan yang tidak etis yang dilakukan oleh perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi dan lain sebagainya. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan.

Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier.

Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya.

Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :

  • Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct)
  • Memperkuat sistem pengawasan
  • Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.

sumber : www.AnneAhira.com

6 Hal Tak Boleh Dilupakan Saat Sibuk

Pekerjaan yang menumpuk, jadwal pertemuan juga padat, membuat waktu 24 jam terasa kurang. Sayang, waktu tak bisa ditambah. Tinggal pintar-pintarnya kita memanfaatkan waktu yang ada.

Menyelipkan sejumlah aktivitas fisik dan juga kegiatan menyehatkan dalam deretan rutinitas pekerjaan akan mendongkrak kesehatan Anda. Coba sejumlah tip ini.

1. Tetap Sarapan
Sarapan is a must! Ya harus. Kalori yang diperoleh dari sarapan menjadi bekal energi Anda untuk beraktivitas dari pagi hingga siang hari. Sarapan terbaik tentu saja mencakup sejumlah nutrisi penting yang diperlukan tubuh.

"Ada karbohidrat yang bisa diperoleh dari roti gandum, oat, atau biji-bijian utuh, juga protein, vitamin, dan mineral," ujar ahli gizi, Geraldine Georgeou.

Kombinasi tersebut akan menyuplai energi dan mengoptimalkan rasa kenyang. Jangan lupakan buah, seperti stroberi, apel, pir, atau yang lain. Kalau waktu Anda terbatas, coba makanan komplet, seperti oat yang dilengkapi susu ditambah aneka buah.

2. Selalu Olahraga
Seberapa pun sibuknya Anda, sempatkan diri untuk berolahraga. Cari waktu yang paling Anda suka. Pagi hari sebelum kerja, siang ketika istirahat, atau sore hari. Namun, sebuah studi menunjukkan bahwa performa tubuh terbaik berada di antara pukul 16.00-19.00.

"Suhu sentral tubuh tertinggi pada waktu ini meningkatkan aliran darah ke otot dan mengurangi friksi internal, yang menentukan seberapa besar upaya yang diperlukan untuk bergerak," kata pelatih pribadi, Jay Bonaretti.

Hasilnya, dalam studi di Liverpool John Moores University, Inggris, para responden menyebutkan, mereka lebih mudah berolahraga di sore dan malam hari. Kondisi ini membuat Anda cenderung dapat berolahraga dengan keras.

3. Selalu Bergerak
Terlambat menghadiri pertemuan dengan klien? Cobalah untuk berangkat lebih awal. Dan berangkat lebih awal tentu saja dimulai dengan bangun tidur lebih awal. Berangkat kerja lebih awal juga membuat Anda berkesempatan besar mencari parkir kendaraan lebih jauh, bukan lebih dekat.

Maksudnya, tentu saja agar Anda memiliki peluang untuk berjalan lebih jauh. Hitung-hitung berolahraga. Kalau Anda tidak membawa kendaraan, berhentilah 2-3 halte sebelum kantor. Dengan begitu, Anda masih bisa bergerak lebih banyak.

Ketika tiba di kantor, gunakan tangga. Selain lebih sehat dan membantu mengencangkan otot kaki, Anda tak perlu lama-lama menanti antrean lift. Saat makan siang, cobalah keluar kantor dan berjalan kaki untuk membeli makanan. Ajak teman ikut serta, dengan begitu Anda juga mendorong teman untuk bergerak. Jangan takut pada matahari, bawa saja payung biar tidak kepanasan.

4. Manfaatkan Alat yang Ada
Gunakan sejumlah alat untuk membuat Anda tetap aktif. Kalau Anda memiliki jumping rope, gunakan di sela-sela istirahat kantor atau di rumah. Lakukan saja beberapa putaran sambil menonton televisi.

5. Lakukan Peregangan
Kalau Anda tak sempat menyisipkan waktu berolahraga di antara kerja,
coba saja peregangan atau latihan yang memerlukan waktu hanya sekitar 15 menit.

6. Tetap Atur Pola Makan
Selain sarapan, jangan pula lewatkan jadwal makan utama. Pastikan dalam sehari, Anda makan utama tiga kali dengan dua kali kudapan. Perhatikan pula kalori dari setiap makanan yang diasup.

Perbanyak buah dan sayur. Untuk kudapan, carilah yang memiliki komposisi seimbang. Oat dengan campuran buah bisa dijadikan kudapan di sore hari ketika perut sedang keroncongan. Selain lezat, paduan tersebut juga sehat.

sumber : http://health.kompas.com

Klorofil, Si Hijau Pencegah Penyakit

Beruntunglah mereka yang gemar menyantap sayuran hijau. Sumber pangan rendah lemak dan kaya serat ini memiliki banyak khasiat kesehatan karena mengandung zat gizi dan non gizi yang sangat dibutuhkan tubuh, salah satunya adalah klorofil, pigmen pemberi warna hijau pada tanaman.

Dalam kehidupan sehari-hari, klorofil telah menjadi barang konsumsi yang akrab bagi kesehatan kita. Mulai dari sayur mayur yang kita makan, pewarna yang aman untuk makanan dan minuman tradisional, hingga pewarna alami untuk tenun dan batik.

Dalam dunia kesehatan, klorofil kini dikembangkan sebagai salah satu suplemen untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Bahkan peranan klorofil kini terus dikembangkan dalam terapi tumor dan kanker. Banyak hasil penelitian menunjukkan klorofil mempunyai sifat antimutagenik (mencegah penyebaran gen penyebab kanker).

Menurut Prof.dr.Made Astawan, Guru Besar Teknologi Pangan dari IPB, dalam bukunya Kandungan Gizi Aneka Bahan Makanan, klorofil dalam menghambat reaksi pengikatan senyawa karsinogen (penyebab kanker) dengan DNA, dan menangkal reaksi senyawa radikal. Klorofil juga dapat melindungi sistem kekebalan tubuh melalui kemampuannya meredam reaktivitas senyawa radikal.

Bila kita menelurusi situs-situs internet, cukup banyak penelitian Internasional yang membuktikan fungsi klorofil. Fungsi yang menonjol dari klorofil adalah sebagai antioksidan dan membersihkan sistem intestinal (saluran pencernaan makanan mulai dari rongga perut hingga saluran pembuangan atau anus). Klorofil juga berfungsi untuk menetralkan bau mulut, pemacu sirkulasi darah, hingga penenang otak alami.

Dr. Leenawaty Limantara, ilmuwan yang mendalami riset mengenai klorofil, mengatakan molekul klorofil memiliki kesamaan struktur dengan hemoglobin, pigmen merah dalam darah manusia. Karena itu klorofil menjadi nutrisi vital bagi tubuh manusia dan merupakan molekul yang dapat diterima oleh tubuh secara alamiah sehingga potensial meningkatkan ketahanan tubuh.

Kemampuan klorofil dalam memperkuat sistem kekebalan tubuh ini juga disebabkan oleh adanya pasokan antitumor dan antikuman untuk menghambat pertumbuhan bakteri, jamur, dan luka infeksi pada saluran cerna.

Penggunaan oral
Sebenarnya alam telah menyediakan sumber-sumber klorofil yang sangat andal dan dapat dikonsumsi secara mudah. Caranya adalah mengonsumsi sayuran hijau secara rutin. Menurut Leenawaty, katuk merupakan tumbuhan lokal asli Indonesia yang kaya akan klorofil.

Namun, proses pemasakan dan pengolahan sayuran yang tidak tepat juga bisa mengurangi nutrisi yang terdapat dalam bahan makanan. "Gangguan fungsi saluran cerna juga bisa membuat penyerapan makanan tidak baik. Tandanya bisa dilihat dari adanya sisa-sisa makanan dalam feses," kata dr.Roy Indrasoemantri, product consultant PT.Synergy Worldwide Indonesia.

Perkembangan teknologi telah membantu diciptakannya klorofil dalam bentuk suplemen berupa kapsul maupun klorofil. Di Indonesia produk klorofil cair cukup laris di pasaran. Menurut Roy, setiap bulan produk klorofil cair yang dipasarkannya terjual hingga ribuan botol.

Sifat klorofil yang tidak larut dalam air mengharuskan adanya teknik khusus agar klorofil dapat larut dalam air untuk mempermudah distribusinya dalam tubuh. Karena itu hanya produsen tertentu saja yang mampu memproduksi supleme klorofil cair.

Menurut Roy, produk suplemen klorofil yang baik mampu bercampur dengan air tanpa harus dikocok. Bila ditemukan intruksi "kocok dahulu" pada suatu kemasan klorofil cair, bisa dipastikan suplemen itu tidak murni klorofil atau masih campuran dengan senyawa lain.

"Waspadai produk yang memakai senyawa pelarut lemak. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, lama-lama bisa berakumulasi dalam tubuh dan mengganggu fungsi liver," kata Roy.

Suplemen klorofil murni juga tidak memiliki rasa dan aroma. Selain itu juga tidak menimbulkan rasa getir di lidah. Untuk menguji kemurnian suplemen klorofil bisa dilakukan dengan membiarkan produk tersebut di dalam gelas selama beberapa saat. Jika produk itu mengendap, artinya bukan produk murni dan jika didiamkan selama beberapa jam menjadi berbuih dan mengembang, maka produk itu sangat berbahaya.

Karena sifatnya sebagai suplemen, maka fungsi utama dari produk klorofil adalah untuk pencegahan penyakit. "Di Indonesia, produk-produk alami seperti ini sering dipakai sebagai produk alternatif untuk pengobatan penyakit, padahal fungsinya untuk pencegahan penyakit," papar Roy.

Bagi orang yang menderita sakit, menurut Roy produk klorofil boleh dikonsumsi bersama dengan obat-obatan medis. "Fungsinya sebagai suplementasi," katanya. Meski tidak menjanjikan kesembuhan, namun menurutnya jika dikonsumsi rutin produk tersebut bisa meningkatkan kebugaran dan kemajuan. "Misalnya kalau sebelumnya jalan beberapa langkah sudah terasa sesak, sekarang dada rasanya bisa lebih enak," katanya.

Ahli gizi masyarakat dari IPB, Eddy Setyo Mudjajanto, mengatakan pada dasarnya suplemen klorofil cukup aman untuk dikonsumsi. "Bila produk yang dikonsumsi adalah klorofil murni, efek sampingnya hampir tidak ada. Bila ada kelebihan dosis pun barangkali cuma 1-2 sendok saja," katanya. Kendati begitu ia menyarankan agar setiap produk suplemen diminum sesuai dengan dosis anjuran yang tertera pada kemasan.


sumber : www.kompas.com

Atasi Rasa Bosan Dalam Hubungan Cinta

Pasang surut dalam hubungan cinta memang sulit dihindari. Rasa bosan pun datang tanpa permisi. Berikut tips untuk mengatasinya.

Butuh langkah-langkah khusus untuk menghadapi rasa bosan dalam hubungan. Namun menyerah bukan menjadi jalan keluar. Berikut beberapa tips yang bisa Anda ikuti, seperti dikutip dari Suite101.

Menyadari adanya masalah
Yang pertama harus dilakukan oleh Anda dan pasangan adalah mengakui bahwa hubungan yang dijalani tengah bermasalah. Tak mengakui adanya masalah hanya akan membiarkan masalah tersebut berkembang menjadi lebih besar. Sebaliknya, dengan mengakuinya, berarti Anda dan pasangan siap untuk mencari jalan keluar yang terbaik.

Ambil alih hubungan

Saat hubungan terasa mendingin, tak ada salahnya untuk mengambil alih hubungan. Bukan untuk menentukan seluruh langkah Anda dan pasangan, namun untuk mengambil tindakan untuk memperbaiki keadaan.

Introspeksi diri
Mendinginnya sebuah hubungan bisa jadi karena komunikasi Anda dan pasangan yang tidak berkembang. Seiring dengan berjalannya waktu, Anda dan pasangan pasti mengalami perubahan. Saat perubahan itu tidak dikomunikasikan, alhasil kedekatan Anda dan pasangan akan berkurang. Dampaknya adalah rasa bosan. Oleh karena itu jangan saling menyalahkan. Justru semakin banyak Anda melakukan introspeksi, dan memperlancar komunikasi, maka rasa bosan dapat diatasi.

Berkencan

Putar kembali waktu saat Anda dan pasangan baru mulai jatuh cinta. Ingat-ingat apa kegiatan yang membuat Anda berdua nyaman dan bahagia. Ulangi kembali kegiatan itu. Gali kembali rasa tertarik Anda terhadap pasangan. Dan perangi rasa bosan yang melanda.

sumber : www.wolipop.com

3 Kunci Sukses Berhubungan Jarak Jauh

Jarak yang memisahkan sering kali menjadi penyebab hancurnya hubungan dengan si dia. Cemburu dan miskomunikasi sering kali menyebabkan pikiran negatif terhadap pasangan sehingga membuat seseorang merasa tidak lagi cocok.

Ada tiga hal yang harus diperhatikan saat menjalin hubungan jarak jauh. Berikut ini kunci sukses menjalin hubungan jarak jauh, seperti yang dikutip dari ezinearticles.

Komunikasi
Komunikasi adalah komponen yang penting dalam sebuah hubungan dan komunikasi menjadi kunci ketika menjalankan hubungan jarak jauh. Jangan remehkan komunikasi dengan tidak memberikan ia kabar saat Anda ingin melakukan sesuatu, karena sekecil apapun hal yang dilakukan dapat menuai permasalahan.

Loyalitas
Dengan jumlah pria single di kota Anda, akan sangat menggoda untuk menerima tawaran kencan seseorang saat pasangan di luar kota. Anda mungkin beralasan bahwa hal ini hanya untuk menyegarkan pikiran dari aktivitas yang melelahkan.

Sebelum menerima ajakannya, pikirkanlah jika si dia melakukan hal yang sama di luar kota sana. Apakah Anda bisa menerimanya? Jika tidak, maka janganlah menjadi egois meskipun tidak ada maksud untuk menduakan pasangan atau meskipun si dia mengizinkan.

Hal ini bisa memicu cemburu dan hilangnya kepercayaan. Tetap loyal dengan pasangan adalah kunci untuk menjaga kesuksesan berhubungan jarak jauh.

Komitmen
Diperlukan kesabaran yang luar biasa untuk melewati hubungan jarak jauh. Salah satu antara Anda dengan pasangan, mungkin sedang bersekolah atau bekerja di luar kota dan tahu kapan akan bertemu. Namun dalam beberapa kondisi Anda dan pasangan tidak bisa menyamakan jadwal untuk bertemu, apalagi jika salah satunya di luar negeri. Dalam kondisi seperti ini komitmen sangat penting saat melalui masa-masa sulit karena terpisah dalam waktu yang lama.

sumber : http://www.wolipop.com
abcs